Memahami Kerja dan Setting DNS

Apa itu DNS:
DNS singkatan dari Domain Name System, DNS merupakan suatu tools dalam jaringan yang digunakan untuk menterjemahkan dari nama domain ke ip address.

Mengapa ada DNS?
Komputer pada dasarnya tidak bisa membaca domain (nama komputer) dalam bahasa manusia seperti yahoo.com, google.com dll. Sedangkan yang di baca oleh komputer adalah bahasa mesin, yang berupa digital atau angka (202.162.135.135, 222.124.24.91). Untuk itu perlu pemetaan antara bahasa yang digunakan manusia ke bahasa mesin.

Bagaimana mekanismenya?
Mekanismenya adalah, ketika komputer kita (selaku DNS Client) memanggil sebuah host lain (misal http://yahoo.com) maka komputer kita akan segera menanyakan ke Server DNS yang telah kita pasang di konfigurasi jaringan kita. Jika server DNS kita tahu (ada catatan tentang domain tertentu) maka kita akan segera dipanggilkan dengan nomer IP yang bersangkutan. Jika server DNS kita tidak tahu, maka server DNS kita akan menanyakan pada server DNS yang lebih atas lagi dan seterusnya. Jika tidak diketemukan, maka dinyatakan bahwa host tidak diketemukan.

Bagaimana setting DNS Client?
Di Windows tinggal klik
Start
Setting
Network Connection

The image “https://i1.wp.com/geocities.com/bimosaurus/dns1.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Gambar 1. Langkah 1

 

. Akan muncul gambar seperti berikut

The image “https://i0.wp.com/geocities.com/bimosaurus/dns2.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Gambar 2. Langkah 2

 

Kemudian pada Icon Network Connectionnya di klik kanan Pilih Properties Seperti di dalam gambar yang di tampilkan dibawah

The image “https://i2.wp.com/geocities.com/bimosaurus/dns3.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Gambar 3. Langkah 3

The image “https://i0.wp.com/geocities.com/bimosaurus/dns4.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Gambar 4. Network Properties

 

The image “https://i0.wp.com/geocities.com/bimosaurus/dns5.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Gambar 5. Network Configuration

Set lah DNS pada server DNS yang ada dalam jaringan anda, jika tak tahu, tanya ke administrator

Di Linux, sangat gampang
Cari tahu dulu nomer IP Address DNS Server, kemudian bukalah file /etc/resolv.conf dengan mcedit atau vi ataupun editor teks lainnya

mcedit /etc/resolv.conf

The image “https://i2.wp.com/www.geocities.com/bimosaurus/dns6.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Gambar 6. Konfigurasi DNS Client di Linux

Masukkanlah teks : nameserver no_IP_server_dns
seperti pada gambar

nah artinya, Semua kebutuhan nama suatu situs, akan direkuestkan ke ip tersebut. Jika komputer dengan no IP tersebut gak tahu, akan dilanjutkan ke atasnya dan seterusnya.

Nah sekarang bagaimana kalau Setting DNS SERVER?
Wehehe ini yang lumayan rumit

Namun yang paling penting kita harus memahami KOMPONEN DNS. Apa aja sih komponen DNS itu?

1. Resolver
2. Resolution
3. Caching

Resolver adalah ialah bagian aplikasi client yang mengakses name server. Resolver ada di CLIENT seperti yang kita set tadi. Semua aplikasi yang mengakses DNS memerlukan ini

Resolution. Sebuah server DNS, dalam menjawab permintaan nameserver, akan mencarikan nameserver yang terletak di server atasnya. Proses ini dinamakan dengan name resolution.

Caching. Selain resolution, dalam menjawab sebuah permintaan nameserver, maka Server akan mengakses databasenya didalam cache nya untuk mencari domain yang dimaksud. Namun karena kapasitas cache terbatas, maka perlu di batasi dengan menentukan Time To Live (TTL).

BIND

Bind merupakan software implemetasi DNS paling banyak digunakan dalam sebagai server DNS. BIND merupakan singkatan dari Berkeley Internet Name Domain. BIND versi terbaru dapat diambil di http://isc.org.  Ketika dilakukan installasi BIND, maka BIND akan melakukan installasi menjadi tiga bagian

1. /etc/resolv.conf
2. /etc/named.conf
3. DNS resource record yang terdiri dari :
/var/named/root.cache
/var/named/named.local
/var/named/ut.zone
/var/named/ut.rev
DNS resource record adalah file database yang dibutuhkan oleh nameserver sebagai sumber data dalam prosesnya.  File-file inilah yang kemudian akan dimodifikasi.

Dalam file tersebut, urutan penataannya adalah sebagai berikut:

SOA RECORD

NS RECORD

Other REcord seperti :
– A             : Pemetaan dari Nama ke IP
– PTR        :Pemetaan dari IP ke Nama
– CNAME : Canonical Name (Alias)

copas from  http://bodhon.wordpress.com/2007/04/12/memahami-kerja-dns-dan-setting-dns/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: