NASEHAT BAGI UMAT MANUSIA

NASEHAT TENTANG KESABARAN

*Rukun di kalangan manusia mendatangkan keberuntungan. Ribut dalam rumah tangga, yang datang adalah bencana.
*Selain diam-diam ditertawai para tetangga, sudah pasti tidak ada hari baik yang bakal menyusul.
*Jodoh suami istri telah ditetapkan pada masa hidup silam, jika suami istri seia sekata, segala sesuatu akan berhasil.
*Berbuat kebajikan selama ratusan masa hidup, baru bisa bersama-sama berada dalam sebuah perahu penyeberangan; Berbuat kebajikan selama ribuan masa hidup, baru bisa tidur bersama di satu ranjang.
*Sang suami tidak boleh merasa kurang berkenan karena istri berwajah jelek; Sang istri sekali-sekali jangan merasa kurang berkenan karena suami miskin.
*Sang istri tidak cantik sebab telah ditetapkan pada masa hidup lalu; Sang suami miskin karena takdirnya demikian.
*Bila bernasib baik, tidak akan menuju/lahir di keluarga miskin; Bila nasibnya miskin, sulit masuk pintu/lahir di keluarga kaya.
*Sang suami harus berjuang demi kemakmuran keluarga; Sang istri harus rajin dan berhemat untuk membantu sang suami.
*Jika direnungkan dengan tenang, perjodohan ini amat indah dan baik.
*Jangan membedakan tingkat sosial, sebaliknya harus saling hormat laksana sikap kita terhadap sang tamu.

—————————–
Harap: Tidak marah, gusar atau mengucapkan kata-kata kasar dalam sehari, dan memelihara suasana damai dalam keluarga.
Kesabaran adalah mustika bagi diri seseorang, Ketidaksabaran adalah petaka bagi diri seseorang.
—————————–

Bab BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Budi orang tua laksana dalamnya lautan,
Manusia tidak boleh melupakan budi orang tua.
Melahirkan dan memelihara anak adalah hal yang berulang-ulang,
Berkesinambungan sejak dahulu kala.
Sebagai anak manusia, orang harus berbakti,
Yang tidak berbakti, dosanya sama dengan melawan Tuhan.
Dalam keluarga miskin sering terdapat anak yang berbakti,
Burung dan hewan pun mengenal budi pemberian makan dan menyusu oleh induknya.
Kemesraan ayah dan anak seperti darah dan daging,
Jika tidak menghormati orang tua lalu menghormati siapa?
Bila tidak berusaha membalas budi pemeliharaan dan pendidikan orang tua,
Maka semua harapan orang tua agar si anak menjadi orang besar akan sia-sia belaka.

—————————–
Sering mengucapkan Namo Amitabha. Silakan sebar buku ini, jasa pahalanya tak terhingga.
—————————–

Bab KASIH SAYANG SAUDARA

Saudara lahir dari satu akar/kandungan,
Jangan bertengkar hanya karena hal sepele.
Kasih sayang saudara sungguh sangat berharga,
Apapun yang terjadi harus selalu ingat akan kemesraan saudara seperti darah dan daging.
Dalam hidup ini tidak mudah mendapatkan kasih sayang antara saudara,
Bila bisa sehati dan bergotong-royong maka segalanya akan menjelma menjadi emas.
Bersikap mengalah dan saling menghormati bisa melanggengkan kasih sayang,
Maka suasana kebahagiaan senantiasa memenuhi keluarga.
Orang harus meniru Khung Yung yang mengalah saat memilih buah pir (adik bungsu dari tiga bersaudara yang memilih buah terkecil dengan alasan saudara yang lebih tua pantas mendapatkan buah pir yang lebih besar),
Juga ingat akan kesetiaan Liu, Kuan, Cang (Liu Pei, Kuan Kung, dan Cang Fei adalah tiga sekawan yang bersumpah mengikat tali persaudaraan sebagai saudara angkat, mereka adalah tiga tokoh yang sangat terkenal dalam cerita Sam Kok).
Hanya saudara kandung yang dapat diandalkan ke gunung untuk mengganyang harimau (cerita tentang Cheng Han Kuang yang dengan gagah berani menolong adiknya saat diterkam harimau),
Nama harum mereka telah tercatat dalam sejarah dan dipuja sepanjang masa.

Bab KERUKUNAN SUAMI ISTRI

Sang suami jangan kurang berkenan karena istri berwajah jelek,
Sang istri jangan mengeluh karena sang suami dari keluarga miskin.
Miskin atau kaya adalah takdir yang menentukan,
Suami istri harus hidup bersama dengan tulus dan ikhlas.
Yang berkarakter keras dan lemah-lembut saling menunjang dan hidup berdampingan dengan aman,
Kerukunan dapat mengurangi bencana dalam rumah tangga.
Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, agar hidup menjadi mudah,
Walau hidup miskin namun senantiasa tetap merasa kehangatannya.
Jodoh suami istri sebenarnya sudah terikat pada masa hidup lalu,
Hargailah waktu baik yang begitu pendek dalam hidup ini.
Suami istri harus saling hormat laksana tamu (yang saling menghargai),
Hidup bersama selama ratusan tahun sesungguhnya bukan hal yang mudah.

—————————–
Menurut ajaran Sang Buddha, manusia hidup dari masa yang satu ke masa berikutnya (reinkarnasi), jadi jodoh suami istri sebenarnya perwujudan ikatan jodoh pada masa hidup sebelumnya.
—————————–

Bab KESETIAKAWANAN SAHABAT

Berkawan harus selalu hati-hati; jangan bergaul dengan orang yang seperti serigala atau komplotan jahat.
Jangan berkawan dengan orang yang akrab dengan Anda hanya karena makanan dan minuman; atau orang yang tidak mau menolong saat sesama dalam kesusahan, tetapi malah mengejeknya miskin.
Bersahabat harus menjaga kepercayaan dan kejujuran; dengan berlalunya waktu maka hati manusia akan terlihat.
Saat jatuh dalam kesusahan harus saling tolong-menolong; orang yang baru dikenal, sulit sekali mengetahui isi hatinya.
Memperindah kain brokat dengan bunga (berarti memberi bantuan pada orang mampu, yang sebenarnya tidak butuh bantuan tersebut) banyak terjadi di mana-mana; menghantarkan arang di musim dingin (berarti memberi bantuan pada saat orang sungguh-sungguh membutuhkan bantuan sesama) jarang terjadi di dunia ini.
Di dunia ini semua adalah saudara; bila berhati-hati dalam memilih kawan, manfaatnya tak terhingga.

Bab KERUKUNAN ANTARA IPE DAN IPAR

Harus waspada terhadap mulut/omongan wanita. Pengaduan di ranjang bisa menimbulkan mala petaka.
Bila ipe (seorang wanita dalam hubungan dengan istri dari kakak atau adik) dan ipar tidak harmonis, rumah tangga pasti berantakan; dan mengakibatkan mertua jengkel dan diam-diam bersedih dan menderita.
Sebagai ipe atau ipar harus bijak dan berhati baik; kejelekan dalam keluarga jangan disebarluas ke segala penjuru.
Antara ipe dan ipar harus saling mengalah dan berperilaku sopan; jangan bertengkar dan berselisih hanya karena hal-hal sepele.
Telitilah segala sesuatu, mana yang benar dan salah, waspadailah mulut orang, ajaran “Tiga Ikut Empat Budi Pekerti” jangan sampai terlupakan. (Ajaran kuno yang dikenakan kepada kaum wanita bahwa dia harus mengikuti sang ayah sebelum menikah, sang suami setelah menikah, anak laki-laki sulung setelah suami meninggal. Empat Budi Pekerti ialah: kesetiaan, penampilan, tutur kata, dan pekerjaan wanita).

Bab NASEHAT TENTANG KERAJINAN

Habis pahit datanglah manis, ini merupakan wejangan sejak dahulu kala,
Jangan mencelakakan diri sendiri karena bermalas-malasan.
Rajin dan hemat adalah budi pekerti yang baik,
Malas bekerja akan dihina dan dicampakkan orang.
Manusia harus menghargai waktu, dengan kerajinan dapat menunjang ketidakterampilan, ini merupakan contoh yang baik.
Jika bersikap jujur pada sesama, semua orang pasti menghormatinya.
Jika menipu orang lain dan diri sendiri, pasti selalu menemui kegagalan.
Minta tolong pada orang lain, laksana menelan pedang tiga inci.
Bila rajin dan berhemat, sehingga tidak perlu minta pertolongan orang lain.
Walaupun di rumah memiliki harta melimpah ruah, jika tidak tahu berhemat, maka semuanya akan sia-sia.

LIMA KEBERUNTUNGAN HADIR DALAM KEHIDUPAN

Yang dimaksud dengan 5 keberuntungan ialah:

1. Berumur panjang:
Tidak mati muda, berumur panjang

2. Kaya dan terhormat:
Memiliki kekayaan yang berkecukupan, dan memiliki kedudukan sosial yang tinggi.

3. Sehat dan tentram:
Berbadan sehat; hidup aman dan tentram.

4. Suka berbuat kebajikan:
Sering berbuat alam dan mengumpulkan pahala.

5. Meninggal dengan tenang:
Saat ajal tiba, tiada sesuatu yang dikuatirkan dalam hati dan meninggal dunia dengan tenang.

Yang terpenting dari lima keberuntungan ialah suka berbuat kebajikan. Karena kebajikan adalah sebab dari keberuntungan, dan keberuntungan adalah buah hasil dari kebajikan.

Dari semua perbuatan baik, yang terutama adalah berbakti kepada orang tua.

Bila kita berbakti kepada orang tua, kakek dan nenek, maka pasti dapat terhindar dari kemalangan dan menuju keberuntungan, lagipula dapat memperoleh pahala yang sukar dibayangkan (misterius, diluar dugaan).

Berbuat amal tidak selalu harus mengeluarkan uang. Misalnya menyingkirkan batu di tengah jalan; menyingkirkan kulit pisang agar orang tidak terpeleset; menasehati suami istri yang kurang akur agar mereka berbaik kembali; bersikap ramah kepada sesama; menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab; menasehati orang agar berbuat amal dsb. pun merupakan perbuatan amal.

Orang pintar tahu tentang makna “Tahu diri dan puas atas apa yang telah diperolehnya”, menerima sesuatu yang tidak dapat dihindarinya, tidak memaksa diri untuk mencapai ambisinya; juga tidak iri atau mengagumi orang lain, dia rela hidup sederhana.

Bagi orang yang lebih pintar lagi, dia sadar bahwa semua yang menimpa dirinya sekarang adalah dosa berat di masa hidup lalu, maka dia menjunjung tinggi Tri Ratna (Buddha, Dharma, Sangha), dia sendiri berusaha bertobat, dan sedapat mungkin berbuat amal, agar menghapus dosa masa lalunya, supaya ‘nasib baik’ lebih cepat datang.

Bila Anda merasa hidup masa kini cukup menyenangkan, maka Anda harus lebih menjunjung tinggi Tri Ratna, konsentrasi dalam membaca doa-doa Buddha, berbuat amal sedapat mungkin, agar nasib baik Anda tidak putus dan terus berlanjut. Sebab semua ini adalah buah hasil dari perbuatan bersedekah, menjunjung tinggi Tri Ratna dan dengan tulus membaca doa-doa Buddha di masa hidup yang lalu.

—————————–
“Jika ingin tahu apa yang telah dilakukan pada masa hidup lalu (sebagai sebab), maka lihat saja apa yang telah diterima pada masa hidup kini; jika ingin tahu apa buah hasil yang akan dipetik pada masa hidup berikutnya, maka lihat saja apa yang telah dilakukan sekarang.”
—————————–

Ada beberapa hal yang dapat dikutip dari buku-buku Buddha, semoga bermanfaat bagi kita semua.

1. Bila sedang mendapat angin, jangan mengambil kesempatan untuk menindas orang lain. Saat kita beruang, jangan berfoya-foya menghamburkan uang dan hanya mementingkan kenikmatan diri sendiri. (Menikmati kesenangan material sama dengan mengikis jasa pahala).

2. Menipu orang, menindas orang, sama dengan mengikis jasa pahala. Belajar mengalah sama dengan menimbun jasa pahala dan keberuntungan.

3. Satu kali marah, sama dengan satu kali sakit berat. Maka walaupun dihina, kita harus belajar bersabar. Bila orang lain mencaci maki kita tanpa alasan, atau memfitnah kita, kita harus berterima kasih kepadanya, karena dia telah menghapuskan malapetaka kita, dan menimbun pahala bagi kita.

4. Berbuat amal, yang terpenting tidak perlu diketahui orang lain. Harus dilakukan dengan tulus, wajar, dan setelah itu tidak perlu diingat terus. Dengan demikian, walau amalnya kecil, namun pahalanya amat besar. Bila beramal dengan tujuan terselubung, dan berharap mendapatkan balas budi, maka walau beramal seumur hidup, pahalanya terbatas. Ini yang disebut “Nasib yang diam-diam ditentukan oleh Yang Maha Kuasa”.

5. Orang bijak zaman dulu pernah berkata, “Barang yang disimpan, belum tentu menjadi milik sendiri.” Karena harta kekayaan menjadi milik bersama 5 pihak. Bila api datang, maka segera menjadi abu; bila air datang, maka segera terhanyut semuanya; bila perampok atau pencuri datang, maka segera disikat habis; bila bertemu pejabat yang korup, maka akan difitnah atau dijebak sehingga hartanya dirampas; bila mempunyai anak durhaka, maka semua harta kekayaan akan dihambur-hamburkan sampai ludes.

6. Orang yang memiliki keberuntungan, saat menghadapi sesuatu dia selalu berpikir ke sisi yang buruk, maka yang diperoleh hanya penderitaan dan kegagalan. Orang yang memiliki keberuntungan, saat menghadapi sesuatu dia selalu memandang sisi baiknya, dengan sendirinya dalam perjalanan hidup ini, dia sering menjumpai banyak keberuntungan yang sulit dimengerti; sehingga kemalangan dapat berubah jadi keberuntungan dan bahaya dapat berubah menjadi aman.

Manusia bukan orang suci, siapa yang tidak pernah berbuat kesalahan? Kita tidak takut berbuat salah, yang ditakuti ialah tidak mau bertobat dan memperbaiki kesalahan. Inilah yang dikatakan oleh Nabi Konghucu, “Memilih kebaikan dan teguh mempertahankannya.”

“Bila bisa memaafkan, maafkanlah”, jika Anda sering memaafkan orang yang tidak sengaja berbuat kesalahan, dan tidak memperhitungkan kesalahannya, pasti dia akan terharu, sehingga dia berubah menjadi lebih baik. Ini adalah perbuatan amal yang tidak perlu mengeluarkan uang, mengapa tidak kita melakukannya dengan senang hati?

Berdasarkan petunjuk dari beberapa orang tua berumur diatas 100 tahun, kita memperoleh 10 kunci untuk memelihara kesehatan:
1. Sedikit daging, banyak sayuran
2. Sedikit gula, banyak buah-buahan
3. Sedikit garam, banyak cuka (acar)
4. Sedikit makan, banyak kunyah
5. Sedikit bicara, banyak berbuat
6. Sedikit risau, banyak istirahat
7. Sedikit marah, banyak tertawa
8. Sedikit baju, banyak mandi
9. Sedikit nafsu/serakah, banyak sedekah
10. Sedikit naik kendaraan, banyak berjalan kaki

EMPAT BELAS PEDOMAN HIDUP MANUSIA

1. Musuh terbesar manusia adalah diri sendiri.
2. Kegagalan terbesar manusia adalah kesombongan.
3. Kebodohan terbesar manusia adalah menipu.
4. Kesedihan terbesar manusia adalah iri hati.
5. Kesalahan terbesar manusia adalah menyia-nyiakan dirinya.
6. Dosa terbesar manusia adalah menipu dirinya dan orang lain.
7. Sifat manusia yang terkasihani adalah rendah diri.
8. Sifat manusia yang paling terpuji adalah semangat keuletannya.
9. Kehancuran terbesar manusia adalah putus asa.
10. Harta terbesar manusia adalah kesehatan.
11. Hutang terbesar manusia adalah hutang budi.
12. Hadiah terbesar manusia adalah memberi maaf.
13. Kekurangan terbesar manusia adalah kebodohan.
14. Kedamaian terbesar manusia adalah beramal.

###############################################################

taken from GusLingga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: